Minggu, 25 Oktober 2020

6 Tips Mengajarkan Anak Berdoa

Saya membiasakan anak-anak di rumah untuk berdoa ketika mereka menginginkan sesuatu. Doa-doa tersebut dilantunkan kebanyakan ketika akan tidur di malam hari. Mengapa? 
Saat menjelang tidur, anak-anak sering kali bercerita tentang cita-cita dan mimpinya. Nah, buat saya itu menjadi momen penting menjelaskan makna doa dan harapan. 

Si bungsu, berbeda dengan kakak-kakaknya. Dia cukup kritis. Mungkin karena terbiasa di lingkungan cukup dewasa sehingga cara berpikirnya jauh di atas umurnya.

Saat pandemi Covid-19, semua aktivitas dihentikan. Bungsu yang baru berusia taman kanak-kanak, terpaksa ikut menghentikan segala aktivitas. 
Baru sebulan, dia sudah mulai mengeluh. Bosan dengan berbagai hal di rumah. Ingin kembali sekolah, mengaji, dan bermain seperti biasa. Hal tersebut dia ulang beberapa kali.

Akhirnya, saya memintanya untuk berdoa. Doa yang kemudian dia panjatkan setiap selesai shalat dan ketika akan tidur malam.
Namun, beberapa bulan berlalu. Pandemi belum berakhir. 
Dia bertanya, "Ummi, doaku belum dikabulkan. Kenapa ya?"
"Doa yang mana?"
"Doa yang virus Corona segera pergi. Semua orang sehat. Aku bisa sekolah."

Doa dan Harapan

Temans, mungkin pertanyaan di atas bukan hanya milik anak saya. 
Pertanyaan yang banyak diajukan oleh anak-anak lain atau mungkin juga orang dewasa.

Ketika si bungsu bertanya hal seperti itu, saya menjelaskan bahwa banyak keuntungan yang diperoleh saat di rumah saja. 
Anak-anak bisa lebih banyak dengan orang tuanya dan dia bisa bertemu dengan kakak-kakak yang biasanya kuliah dan di pesantren selama beberapa waktu. 

Aifa, bungsuku mengangguk dan berusaha paham. Saya jelaskan, bahwa Allah akan mengabulkan doa dalam bentuk lain dan jika waktunya sudah tepat.

Doa bagi umat muslim adalah harapan. Ya, berharap kepada Allah dalam setiap kesulitan dan masalah yang dihadapi. 
Di saat jalan lain sudah buntu, doa menjadi satu-satunya tumpuan. Bersimpuh dan pasrah kepada-Nya akan melahirkan semangat. Apalagi dalam banyak ayat Al Qur'an disebutkan bahwa Allah akan mengabulkan setiap doa.

Dengan memahami makna doa dan menjalankannya, insyaAllah di masa depan anak lebih termotivasi dan siap memenuhi tantangan hidup.

Langkah Mengajarkan dan Membiasakan Anak Berdoa

Siapa sih orang tua yang tidak ingin anaknya shalih dan shalihah? Selain ibadah rutin seperi shalat, tentunya Temans ingin juga membiasakan anak berdoa.
Bukan hanya hafal dengan doa-doa harian, tetapi memahami makna dan implementasinya secara menyeluruh.

Nah, di bawah ini beberapa langkah mengajarkan dan membiasakan anak berdoa. Beberapa di antaranya sudah saya laksanakan. Lainnya masih dalam proses. Saya tuliskan di sini sebagai pengingat.

1. Mengajarkan dan Mengajak Berdoa Sejak Dini

Hal pertama ini mungkin sudah Temans lakukan. 
Sejak kecil, Ananda sudah diajarkan berbagai doa harian. Bahkan, kini tren mengajarkan anak hafalan surat-surat pendek.
Hal di atas merupakan pembiasaan yang bagus. Yang penting, tidak memaksakan hafal suatu doa. Ajak saja membaca setiap waktunya, anak akan hafal dengan sendirinya. 
Jangan lupa, bahwa anak usia dini adalah peniru. Temans juga harus berdoa agar anak meneladani.

2. Meyakinkan Bahwa Allah Mendengar Semua Doa

Alah berfirman dalam Qur'an surat Ghafir ayat 60, " ... Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu."

Ayat di atas menunjukkan, bahwa doa merupakan senjata bagi mukmin. Berdoalah sebanyak-banyaknya. Allah berkenan mendengarkan dan mengabulkan. 
Tidak ada doa yang dilarang, selama untuk kebaikan. 
Temans bisa berdoa apa saja. Ajak Anak berdoa setiap permintaannya. 
Ketika mereka meminta mainan, ajak mereka berdoa agar Temans dimudahman rejeki sehingga dapat membeli mainan. 
Anak ingin jalan-jalan, ajak mereka berdoa dengan bahasanya agar dimudahkan rejeki dan kesehatan agar dapat berjalan ke tempat yang dituju.

3. Doa di Setiap Waktu dan Tempat

Selanjutnya, perlu pula ditanamkan bahwa doa dilakukan di setiap waktu dan tempat.
Bismillahirrahmanirrahim merupakan doa di setiap melakukan kegiatan. 
Doa ketika bersin, makan, dan lain- lain dapat dibiasakan pada anak.

Doa dapat dilakukan kapan dan di mana saja, yang penting dalam kondisi baik. Meskipun demikian, tentu ada waktu dan tempat mustajab untuk berdoa yang bisa dijelaskan sedikit demi sedikit.

4. Membuat List Doa

Untuk memudahkan pembiasaan anak tentang berdoa, sebaiknya bisa juga dibuat list doa. 
List doa ini bisa dicentang untuk yang sudah dikabulkan dan belum. Anak menjadi yakin bahwa Allah mengabulkan semua doa pada waktu yang tepat. 
Jika anak ingin mainan atau gadget seperti teman-temannya dan belum dibelikan, katakan menurut Allah ini bukan waktu yang tepat. Allah akan menggantinya dengan yanh lebih baik. Bisa jadi keberadaan ponsel pintar akan membuatnya lebih senang bermain daripada belajar.

5. Meyakinkan Anak Bahwa Doa Dikabulkan dalam Berbagai Bentuk

Tidak semua doa dapat dikabulkan sesuai keinginan, ini yang harus dipahami anak sejak awal. 
Ada doa yang dikabulkan dalam bentuk lain.
Anak berdoa ingin jalan-jalan ke Bandung dan meminta orang tua diberikan rejeki. Allah belum mengabulkannya. Di waktu lain, ternyata anak bisa pergi ke Bandung bersama teman-teman sekolah.
Seperti cerita doa agar Corona dihilangkan misalnya. Saya memberi pengertian, Allah masih ingin ummi dan abi lebih banyak beristirahat di rumah menemani dia.

6.Membuat Jurnal Syukur

Selain membuat list doa, ajak anak membuat jurnal syukur. Bersyukur dengan segala yanh diberikan Allah pada hari ini, minggu ini, dan atas doa yang sudah dikabulkan.

Begitulah Temans, sedikit tentang mengajar anak memahami doa sejak dini. Dengan liat doa dan jural syukur, akan nampak bahwa sesungguhnya lebuh banyak doa yang sudah dikabulkan daripada yang belum. Allah sayang pada manusia yang beriman.






21 komentar:

  1. Senangnya jika anak2 sudah terbiasa berdoa sejak kecil, ya. Apa lagi jika diiringi dengan pemahaman tentang alasan dan cara menyikapi hasil dari doa.

    BalasHapus
  2. Wah mantap tipsnya mbak..
    Memang berdoa harus dibiasakan sejak kecil ya mbak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yes.. Biar apapun keluhannya kelak, dia tahu ke mana bisa meminta dan berharap

      Hapus
  3. Jurnal syukur ini menarik sih. Anak2 pasti senang menceritakan hal2 menyenangkan di buku jurnal.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak.. Dulu saya pernah baca buku Mbak Asma Nadia yang bercerita tentang membuat jurnal doa dan syukur

      Hapus
  4. Sip sipp, makasiii mba Nani
    Ini bermanfaat bangeett buat ortu jaman now.
    Karena kita memang kudu semakin mendekatkan anak dgn agama ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama2 Mbak.. Saya juga masih belajar terus..

      Hapus
  5. Wah luar biasa, anak-anak sudah dibiasakan berdoa sejak kecil. Ini memang penting sekali. Anak-anak juga diberi pengertian kenapa ini itunya. Semoga anak-anaknya tumbuh memiliki karakter yang baik, berbakti pada ortunya, dan bermanfaat bagi sesamanya.

    BalasHapus
  6. Doa itu sumber kekuatan ya mbak nani. Alangkah baiknya kalau dari kecil sudah dilajarin tentang doa dan hikmah doa yang belum terkabul. Terima kasih mbak nani sudah mau berbagi ilmunya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul. Doa menjadi kekuatan. Yakin Allah akan mengabulkan dan memberi jalan semua masalah. Sama2 Uni. Kita sama2 belajar dan berbagi

      Hapus
  7. Anak-anak ini tulus sekali kalau berdoa yaa..
    Gak semata-mata minta sesuatu yang besar, hanya ingin bertemu lagi dengan teman-teman dan belajar bersama di sekolah.
    MashaAllah~

    BalasHapus
  8. Anak mbak Nani usia brp? MasyaAllah...anakku msh usia 5thn jdi blm SMP nanya knp doaku blm dikabulkan, tapi bs kucoba nih tips2nya jika sewaktu-waktu hari itu datang

    BalasHapus
  9. Wah saya masih bolong-bolong euy ngajarin anak berdoana. Paling sering masih doa tidur sama doa makan. Memang harus dirutinkan ya, mbak mengajarkan anak berdoa ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga awalnya bolong2. Lama2 anaknya sendiri yang mengingatkan

      Hapus
  10. Masya Allah sukses ya mii....😍😍😍

    BalasHapus
  11. Tipsnya bermanfaat banget neh mbak. Saya rutin mengajak anak berdoa dan menghapal surat pendek sebelum tidur. Dia merasa kalau belum berdoa dan baca surat pendek belum bisa tidur nyenyak katanya hehehe.

    BalasHapus