Minggu, 19 Desember 2021

Pilih KejuAsliCheck yang Pas untuk Pertumbuhan dan Perkembangan Anak

 


 Keju


Makan Keju Cheddar/ Foto koleksi pribadi

“Ummi, beli keju lagi, ya?” ujar si bungsu, Aifa.

“Iya sayang.”

“Aku minta ya, setengah potong.”

“Baiklah.”

“Terima kasih Ummi, cantik!’

 

Percakapan di atas sering terjadi kalau saya membeli KejuAsliCheck. Awalnya untuk bahan kue. Namun, sering kali habis terlebih dahulu dimakan si bungsu.

Entah kenapa, dia suka sekali dengan makanan ini, berbeda dengan kakak-kakaknya yang menganggap keju jika tidak dioleh menjadi kue, rasanya asin.

Terpikir juga, boleh nggak sih makan keju sekaligus dalam jumlah banyak? Ternyata, setelah membaca banyak referensi saya mendapatkan hal-hal di bawah ini.

Keju dan Sejarahnya

Secara sederhana, keju merupakan pangan olahan susu. Lebih tepatnya lagi, ini adalah makanan yang berasal dari dadi susu yang dipisahkan. Pemisahan dilakukan dengan mengumpulkan bagian casein dan susu skim.

Pembuatannya sendiri dibantu oleh enzim rennet atau lainnya yang dapat meningkatkan keasaman. Itu sebabnya bahan yang sering digambarkan dengan bentuk persegi berwarna putih disebut olahan fermentasi.

Kapan keju pertama kali dikenal?

Menurut Temans, di negara mana keju paling banyak dibuat dan terkenal? Ya, di negara-negara Eropa. Bahkan, di Prancis, ditemukan puluhan jenis keju. Orang banyak beranggapan keju memang berasal dari daratan ini.

Banyak ahli menyebutkan, keju lahir di zaman kejayaan Yunani kuno. Hal ini diperoleh dari tulisan Homeros, pengarang Yunani.

Homeros menjelaskan, di Yunani keju dibuat dari susu kambing dan domba, Penggagasnya bernama Aristaeus. Fungsinya pada masa itu sebagai penambah gairah dan tenaga para perwira di medan perang.

Ahli lain mengungkapkan, olahan susu yang padat tetapi lembut ini berasal dari Romawi kuno. Bangsa yang pernah menguasai dunia ini mengolahnya dan menyimpan keju dengan berbagai metode. Sejak lama, mereka mengetahui, pengolahan dan proses pembuatannya mempengaruhi cita rasa.

Tahukah Anda, ada juga yang mengatakan keju berasal dari Arab, bukan dari Eropa. Centre National Interprofesionnnel de Ieconomie Laitiere (CNIL) dikutip dari Kompas mengatakan, keju awal mulanya ditemukan oleh orang Arab.

Orang Arab membuatnya tidak sebagaja dengan menuangkan cairan susu ke kantong. Setelah melewati siang yang panas dan dibuka di malam hari, cairan berubah. Ada yang terpisah berupa dadi. Ternyata enzim dan panas membantu proses fermentasi susu.

Dari Arab, pembuatan keju menyebar sampai ke Kerajaan Romawi dan berkembang di sana.

Manfaat #KejuCheckAsli


Keju Cheddar/ Pixabay/ PD Photos

Menjawab pertanyaan saya tentang boleh tidaknya si bungsu memakan banyak keju dalam satu waktu, akhirnya menemukan banyak referensi tentang bahan ini.

Keju berasal dari keju. Kandungannya tidak terlalu jauh dari bahan asalnya. Secara umum di dalamnya terdapat sejumlah besar kalsium, protein, vitamin A, B12, posfor, ribovlavin, magnesium, dan zinc atau seng.

Membaca kandungan di atas atau yang berada di belakang kemasan keju, Temans pasti sudah membayangkan manfaat keju bagi anak. Namun, saya tetap ingin menuliskannya di sini.

1. Baik untuk Pertumbuhan dan Kesehatan Tulang

Dalam tumbuh kembangnya, terutama di masa balita, kesehatan tulang sangat penting.

Tulang yang sehat akan membuat pertumbuhan anak lebih baik. Anak lebih cepat besar sesuai dengan usianya.

2. Baik untuk Kesehatan Gigi

Kalsum susu tidak hanya diperlukan oleh tulang, tetapi juga gigi. Terkadang gigi berlubang bukan dikarenakan anak tidak benar menyikat gigi atau makan banyak yang manis.     

Anak yang kekurangan kalsium, kesehatan giginya terganggu. Gigi lebih mudah keropos dan berlubang. Sakit gigi pada orang dewasa saja sangat menyakitkan, apalagi untuk anak. Jika sering mengalami, tumbuh kembang ikut terhambat.

3. Menurunkan Tekanan Darah

Mungkin Temans berpikir, anak-anak tidak mungkin mengalami tekanan darah tinggi. Jika iya, Temans salah! Pada kondisi tertentu, mereka dapat mengalaminya. Kalsium pada keju dapat menurunkan tekanan darah.

Manfaat keju pada kesehatan tulang dan gigi di atas yang paling dirasakan. Mengapa? Karena keju yang baik kandungan terbesarnya adalah kalisum.

Selain itu, keju mengandung vitamin B12 yang baik untuk perkembangan syaraf otak dan protein untuk meningkatkan kekebalan tubuh.

Memilih #KejuCheckAsli


Keju Kraft Cheddar/ Foto koleksi pribadi

Hmmm … Mengetahui kandungan dan manfaat keju, saya cukup lega. Seharusnya mengonsumsi keju sangat baik.

Namun, seberapa banyak keju yang dapat dimakan dan bagaimana memilih keju yang baik? Itu menjadi pertanyaan selanjutnya.

Jujur saja, saya dan keluarga sempat mencoba berbagai keju dan mereknya. Prinsipnya, jika rasa dan manfaatnya sama, kenapa tidak membeli yang murah?

Hanya saja, anak-anak lebih menyukai Keju Craft untuk dimakan secara langsung. Maklum, Mamak nggak hobi memasak, apalagi bikin kue. Hanya sesekali saja saya melakukannya.

Dari sana, saya coba mencari tahu berbagai cara memilih keju cheddar, yang paling sering dikonsumsi keluarga. Keju ini merupakan jenis padat dan bentuknya persegi panjang. Jika baru dibuka, warnanya putih bersih. Jika didiamkan, warna akan lebih kuning dan bertambah padat.

Berdasarkan kampanye #KejuAsliCheck, 3 Desember 2021 yang diselenggarakan, Keju Kraft Cheddar direkomendasikan untuk dipilih ibu karena hal-hal berikut.


Bagian belakang kemasan Keju Kraft Cheddar/ Foto Koleksi pribadi

1. Keju Cheddar Asli

Keju Cheddar Kraft merupakan olahan dengan bahan asli. Cara memilihnya adalah dengan membaca label kemasan. Pada bagian komposisi keju ada pada urutan pertama.

Temans dapat melihat foto kemasan yang saya ambil. Di bagian belakang tertulis ingredients: Cheddar Cheese, water, milk solid, vegetable oil, emulsifiers, vegetable starch, salt, daacidity.

“Kampanye #KejuAsliCheck dapat diterapkan melalui du acara mudah, yaitu dengan memastikan keju pada urutan pertama komposisi (bukan air dan tepung) dan memiliki klaim nutrisi pada kemasan,” jelas Dian Ramadianti, Senior Marketing Manager Keju KRAFT.

2. Memiliki Kandungan Nutrisi yang Tepat

Hampir semua merek keju menuliskan kalisum sebagai zat gizi utama. Namun, kalsium bukan termasuk bahan yang mudah diserap tubuh. Yang paling mudah, bahan yang menyehatkan tulang ini harus berdampingan dengan vitamin D. Semuanya ada di Keju Kraft.

3. Memenuhi Kebutuhan Gizi Anak

Nah, kelebihan Kraft yang nomor tiga ini saya cari-cari selama ini.

Mengonsumsi Keju Craft Cheddar secara rutin akan memenuhi 30 persen kebutuhan harian.

Wah, ternyata nggak apa ya si bungsu makan Keju Kraft Cheddar setiap hari? Bahkan satu potong sekaligus.

So, saya bertambah yakin sekarang denga keju Kraft Cheddar. Apalagi, bahan utamanya adalah Keju Asli New Zaeland. Rasanya, gurih khas tanpa perisa tambahan dan disukai anak-anak. Beruntung ya, meski anak saya enam, tidak repot mengurus makan mereka. Bagaimana dengan Temans?

 

6 komentar:

  1. Keju kraft cheddar memang enak dan mudah diolah. Sekarang jadi makin faham dengan bahan pangan anak. Wah bagus artikelnya mba.

    BalasHapus
  2. Mirip anak saya, suka ngemil keju nya aja. Padahal menurut saya rasanya terlalu asin kalau nggak diolah menjadi makanan tertentu.

    BalasHapus
  3. banyak manfaat makanya keju itu 😍

    BalasHapus
  4. Manfaat si keju cheddar kraft ini benar sudah aku buktiin. Jadi kita juga harus cermat y memilih keju asli agar manfaat keju bs dicerna dengan baik.

    BalasHapus
  5. KRAFT Cheddar emang gak usah diragukan lagi kualitasnya ya, udah pasti #KejuAsliCheck saya sekeluarga juga konsumsi nih tiap hari

    BalasHapus
  6. Saya suka bikin kerasi keju dengan roti, kadang buat sarapan pagi. Paling suka sama Kraft Cheddar ini.

    BalasHapus